Guru Hebat Menjadi Guru Berkarakter

    
Guru. Sosok yang bisa menghantarkan kesuksesan anak didik atau sebaliknya? .Sesungguhnya anak-anak terlahir fitroh, cerdas, dan percaya diri. Akan kita didik menjadi seperti apa mereka di masa depan?. Sebagai seorang guru harus memiliki visi yang jelas.
         Contoh kisah nyata dari penulis Novel Best Seller "Laskar Pelangi" Andrea Hirata mengungkapkan kekaguman yang dan mengajarnya selama 9 tahun dari SD sampai SMP: Ibu Muslimah Hafsari. Ketika ditanya tentang kesuksesannya.
" Semua itu memang buah keikhlasan seorang guru yang membentuk karakter saya untuk berani bermimpi, berani out of the box, berfikir yang orang lain tidak memikirkannya. Saya rasa itulah esensi pendidikan. Esensi dari mendidik adalah mengangkat harkat dan martabat anak/murid dan membuatnya berani bermimpi dan melakukan hal yang besar".
           Menurut Ust. RUA Zaenal Fanani ada beberapa hal yang harus dimiliki seorang GURU HEBAT:
a. Pandai membangkitkan impian
"Pendidikan adalah mengenai membuka pintu bagi anak-anak kita, memberi mereka harapan dan peluang, bukan hanya sekedar mengisi "gelas kosong" dengan ilmu yang kita punya, tetapi membakar semangat rakyat muda kita"

b. Berkomitmen dan peduli
Seorang guru harus memiliki komitmen untuk mendidik semua anak-anak, tidak membedakan anak pintar dan tidak. Kisah nyata juga dari sosok Ibu Muslimah yang menjadi pembicara di hadapan 1000 guru muda di Bandung. 
Ada yang bertanya : Bu, bagaimana cara mengendalikan anak nakal, kalau sekolah ibu enak, dulu di desa, jadi muridnya baik-baik, seperti saya yang mengajar di kota bagaimana?
Jawaban Ibu Muslimah: " Guru harus bijaksana membina semua siswa, tidak membedakan anak pintar dan anak nakal. Saya yakin, anak nakal adalah tantangan yang bisa membuat berkah gaji kita"

c. Idealis, Kreatif, dan Tak Banyak Mengeluh
Guru hebat terletak pada jiwanya. Modal utama karakter guru:
- Care/peduli
- Komitmen/merasa terikat
- Energi (salurkan energi positif)
- Positive Motivation
- Sinergi
Guru Tak Layak:
- Cuek'isme : Tidak peduli dengan anak
- Itung'isme: Perhitungan sekali
- Ngamuk'isme: Sering marah-marah
- Mangkir'isme: Sering pergi kalau sedang dibutuhkan

Guru : HARUS MOTIVATOR
Peran  Sejarah Para Guru:
1. Membangkitkan jiwa dan optimisme
2. Mengembalikan harga diri dan kepercayaan diri
3. Membangun karakter siswa sebagai manusia yang memiliki idealisme dan rasa tanggung jawab tinggi
4. Menanamkan tekad yang meggelora di dada setiap siswa untuk merebut kecemerlangan dan kegemilangan di masa depan.

d. Guru Penegak Keagungan
" Mengajar/mendidik adalah tugas kemanusiaan yang paling agung. Sesungguhnya peradaban adalah perlombaan antara pendidikan dan melawan malapetaka" (HG Wells)
"Tiada kekayaan yang lebih utama dari pada akal, tiada kepapaan yang lebih menyedihkan daripada kebodohan, dan tiada warisan yang lebih baik dari pada pendidikan (Ali bin Abi Thalib)

e. Motivator Ulung
Membutuhkan sinergi jiwa yang Maha Dasyat, perubahan sikap, karakter, keberanian yang nyata dan amat besar, untuk mengambil tanggung jawab penuh.

Fisiologi Guru Hebat:
1. Tubuh adalah cermin ekspresi
2. Guru yang punya fikiran dan idealisme hebat, terlihat dari sikap dan bahasa tubuhnya
3. Guru hebat selalu ANTUSIAS dan PENUH SEMANGAT
4. ANTUSIASME itu MENULAR

Para guru hendaknya menyiapkan segenap jiwa dan raganya:
1. Mencintai profesinya sebagai GURU, terus memperdalam ilmu
2. Menjadi guru yang idealis, visioner dan inspiratif
3. Mempertajam komitmennya pada kesuksesan siswa dan penyiapan generasi bangsa yang unggul dan berkarakter
4. Menjadi motivator setiap siswa agar bangkit jiwanya : optimis, penuh antusiasme dan bermoral
5. Menjadi trainer bagi siswa, agar memiliki habits, performa, dan kultur belajar yang tangguh.

Sumber: Hasil Seminar Parenting bersama Ust RUA Zaenal Fanani. Hotel Candisari Karanganyar, 1 April 2013.

0 komentar:



Poskan Komentar